Pesan Bungkus || Ini Dia Start Up Asal Samarinda yang bakal jadi Pesaing Go-Jek




SAMARINDA Borneo Paper News – Pesan Bungkus sebuah start up dari Samarinda siap menyaingi Go-Jek, sebagai salah satu start up yang fenomenal di Indonesia, yang kini juga telah menancapkan bisnisnya di Kota Tepian.  Menilik moment dan pasar ekonomi berbasis digital yang sedang marak di Indonesia, serta semangat untuk membangun ekonomi digital dan membantu para pedagang untuk dapat berbisnis dengan modal yang minim, maka hal ini lah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya startup lokal asli Samarinda bernama Pesan Bungkus.

Dibidani oleh Haidir atau yang akrab disapa Eca, selaku direktur utama, dan Hariyansyah sebagai CEO, start up yang yang berbasis di Jalan Juanda ini kemudian muncul pada pertengahan tahun 2016.
Meski belum resmi beroperasi, saat ini Pesan Bungkus telah memiliki sekitar 400 pedagang yang telah bergabung, dengan 62 tenaga kurir yang siap melayani pesanan.  Sebagai salah satu bentuk keseriusan Pesan Bungkus, pada Kamis (22/9) , digelar kegiatan sosialisasi dan pendaftaran member pedagang, yang terangkai dalam kegiatan bertajuk “Syukuran Bubuhan Kuliner Samarinda” yang dihelat di gedung serbaguna GOR Madya Sempaja.
“Ini penegasan bentuk keseriusan kita, selama ini kan kita datang ke outlet-outlet, nah hari ini kita langsung kumpulkan semua dan kita kasih penjelasan secara lebih rinci tentang Pesan Bungkus,” ujar Hariansyah.
Sementara ini Pesan Bungkus masih memfokuskan pada produk kuliner, sambil menunggu pasarnya berkembang, dan kedepan mereka telah menyediakan produk lain seperti jasa perbaikan, penyediaan talent, perangkat elektronik, dan lainnya.
Dengan konsep toko berbasis digital, para pedagang memiliki akses penuh terhadap akunnya, dimana mereka dapat mengatur kapan toko buka dan tutup, mengganti menu atau display barang yang dijual, dan lainnya.  Dengan semua kemudahan itu, pedagang hanya dikenai biaya adminstrasi sebesar 10 persen dari nominal transaksi, sementara untuk adminstrasi pembukaan akun tidak dipungut biaya sama sekali.
Kecuali itu, sistem  share atau kerjasama yang diterapkan kepada kurir juga jauh lebih kompetitif, yaitu 15 persen untuk Pesan Bungkus dan 85 persen untuk kurir.
“Kita ini ibarat mal, tapi berbasis online, nah kita sediakan space untuk toko-tokonya.  Dan kita juga mengakomodir mereka yang baru memulai usaha, yang tradisional, kan kalau Go-Jek cuma ambil yang toko atau tempat-tempat yang sudah terkenal, kalau kita justru mendorong para pebisnis baru, dengan modal kecil untuk berkembang bersama kami,” papar Hendriyansayah.
Menanggapi persaingan dengan nama-nama besar nasional yang sudah ada di Samarinda seperti Go-Jek, Dirut Pesan Bungkus Eca mengatakan, siap bersaing, dan Pesan Bungkus memiliki banyak keunikan yang tidak dimiliki oleh start up sejenis.
Selain itu, dengan lahirnya Pesan Bungkus ini menunjukan bahwa SDM lokal mampu bersaing, dan tentunya sedikit banyak membantu pemerintah dalam rangka penyerapan tenaga kerja.
“Sebenarnya dengan hadirnya mereka, kita merasa bersyukur, karena mereka membangun kesadaran dan pasar untuk bisnis ini, dan kita sebagai orang lokal tidak ingin diam dan hanya menjadi penonton, dan perlu diketahui ini, semua SDM kita asli Samarinda, ada juga anak Tenggarong ya asli Kaltim lah” ujar Eca.
Lebih lanjut, Eca mengatakan, aplikasi Pesan Bungkus akan segera dapat download secara resmi di Playstore, Google Play, dan Apple Store, pada bulan Oktober mendatang setelah proses soft opening dilakukan.  Saat ini tim sedang menyempurnakan apa yang masih dirasa kurang, dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Sekarang masih sosialisasi, jadi aplikasi masih belum bisa untuk order makanan, nanti Insya Allah tanggal 10 Oktober kita soft opening, baru mulai beroperasi,” pungkasnya. (Rusdianto)


Reporter   : Rusdianto
Editor       : Nita Widya

* Artikel ini juga dimuat di SKH Koran Kaltim edisi besok Jumat 23 September 2016.


Lebih baru Lebih lama